SEARCH THIS SITE

Sejak 2012

Kisah Kami

Dari sepuluh anak muda Aceh yang hanya bermodalkan keyakinan, menjadi gerakan yang digerakkan anak muda dan kini menjangkau komunitas di seluruh Indonesia.

27 Desember 2012

Pada 27 Desember 2012, sepuluh anak muda Aceh, masing-masing membawa latar belakang, bakat, dan minat yang berbeda, berkumpul untuk mendirikan The Leader. Tak satu pun dari mereka datang dengan uang, koneksi, atau nama besar — hanya tekad bersama yang keras kepala untuk melakukan sesuatu yang baik bagi provinsi yang sejarah belakangannya menyimpan beban yang begitu berat. Aceh telah melewati puluhan tahun konflik bersenjata, lalu pada 2004 dihantam salah satu tsunami paling dahsyat dalam ingatan manusia modern, dan bahkan setelah perjanjian damai ditandatangani, banyak anak muda sudah lebih dulu mengalami teror dan isolasi yang mendalam, terputus dari sebagian besar dunia luar.

Fokus kami sejak awal adalah menciptakan perubahan positif melalui anak muda, dimulai dari tingkat komunitas dan menjangkau keluar hingga ke panggung global. Seiring waktu, fokus itu terbentuk menjadi tujuh bidang: pengembangan pemuda, kepemimpinan kolaboratif, perdamaian dan resolusi konflik, digital storytelling, penguatan kapasitas, penguatan tenaga kesehatan, serta kesehatan remaja — masing-masing lahir dari kebutuhan nyata yang kami lihat langsung di depan mata, bukan dari rencana yang disusun di ruang rapat.

"Kami tidak ingin hanya dikenang sebagai korban dari apa yang pernah terjadi pada kami. Kami ingin dikenal sebagai penyintas, dan sebagai sumber daya — pertama bagi Aceh, dan kini bagi seluruh Indonesia."

Apa yang dimulai di Aceh kini telah tumbuh melampaui batasnya. Kerja The Leader kini menjangkau komunitas di seluruh Indonesia, membawa ambisi yang sama sejak awal: membantu anak muda mewujudkan potensi sejati mereka dan mengejar mimpi-mimpi mereka, di mana pun mereka berada.

Titik Awal Semuanya

Co-Founders

The Leader Co-Founders

The Leader didirikan oleh sepuluh anak muda Aceh yang menyatukan bakat dari berbagai penjuru provinsi yang sangat berbeda: Muhammad Fathun, Hijrah Saputra, Salwiyadi, Rizka Nadya, Mifta Sugesty, Ramadhan, Muhammad Parwis, Muhammad Syauqi, Tiara Fatimah, dan Yuli Khairani. Di antara mereka ada dokter, wirausahawan, penggiat pariwisata, penyiar, dan mahasiswa — sepuluh orang yang mungkin tidak akan pernah bertemu jika bukan karena satu keyakinan yang sama: bahwa anak muda Aceh layak mendapatkan lebih dari isolasi yang mereka alami selama tumbuh dewasa.

Inilah latar belakang yang menjadi fondasi The Leader, dan hal ini membentuk sebuah keyakinan yang dipegang para pendiri sejak hari pertama: bahwa anak muda, jika diberi kesempatan, mampu memimpin. Keyakinan itulah yang membuat setiap dua hingga tiga tahun, The Leader memilih sepuluh anak muda baru untuk melanjutkan organisasi ini — sebuah siklus yang menjaga jati dirinya sebagaimana selalu ia miliki: organisasi yang digerakkan oleh anak muda, dari anak muda untuk anak muda.

Tata Kelola

Board of Directors

Dewan Direksi kami yang aktif dan sangat beragam terlibat secara substansial dalam arah strategis, perencanaan program, dan capaian The Leader.

Muhammad Fathun

Muhammad Fathun

Muhammad Fathun adalah praktisi kesehatan masyarakat dan penggiat pengembangan pemuda, saat ini menjabat sebagai Konsultan Teknis di WHO Indonesia dengan pengalaman luas di bidang kesehatan masyarakat, pengembangan kepemimpinan, dan keterlibatan komunitas.

Hijrah Saputra

Hijrah Saputra

Hijrah Saputra adalah seorang wirausahawan dan pendiri Piyoh Enterprise, dengan minat besar pada inovasi, pengembangan bisnis, dan pemberdayaan komunitas lokal. Ia saat ini berdomisili di Jepang.

Salwiyadi

Salwiyadi

Salwiyadi is an internist, health management consultant, and healthcare entrepreneur. As the founder of Wiva Medika Clinic, he is committed to improving access to quality healthcare services and advancing effective health system management.

Mifta Sugesty

Mifta Sugesty

Mifta Sugesty adalah seorang Psikolog Klinis yang berfokus pada penanganan trauma, penyesuaian lintas budaya pada anak, serta psikologi kritis, dengan komitmen mendorong kesehatan mental, khususnya bagi kelompok marjinal seperti perempuan dan anak-anak.

Rizka Nadya

Rizka Nadya

Rizka Nadya adalah seorang wirausahawan dan pendiri ZR Wedding Planner, membawa keahlian di bidang manajemen bisnis, kreativitas, dan layanan yang berorientasi pada klien.

Ichwan

Ichwan

Ichwan adalah pemerhati ekonomi dan pemberdayaan komunitas, dosen, serta konsultan di bidang ekonomi dan kewirausahaan, dan merupakan pendiri KIAT Advisory.

Ramadhan

Ramadhan

Ramadhan adalah aktivis sosial dan aparatur sipil negara di Pemerintah Kota Lhokseumawe, yang mendedikasikan diri pada pengembangan komunitas dan keterlibatan warga sebagai pendiri Yayasan JINOE.

Team Members

The Leader

Meet Our Team in 2027. Behind every impact is a team of passionate changemakers. Our team profiles will be launched in 2027. Stay tuned.

Lets Collaborate

Get the latest updates on programmes, research, and stories from The Leader network.

Lets Collaborate
Hands of leaders from different backgrounds